GET MORE INFO......

GET MORE INFO ...

Tuesday, March 6, 2007

Business Opportunity: Memotret Rezeki si Kotak Foto Hemat

Setelah menawarkan waralaba M Photo Studio, PT Modern Putra Indonesia kini menawarkan paket hemat (pahe) waralaba kios foto dan cetak foto digital. Bila lokasi benar-benar bagus, modal Rp 200 juta bisa balik kurang dari setahun.

Umat manusia memang layak berterima kasih pada teknologi digital. Kehadirannya telah membawa perubahan peradaban di bumi. Digital membawa begitu banyak manfaat, kemudahan, dan kenikmatan bagi hidup kita. Sebut satu contoh kecil, kemajuan teknologi telepon seluler alias ponsel berkamera yang kini harganya kian terjangkau masyarakat luas. Dengan sepucuk ponsel berkamera, kita bisa membidik berbagai peristiwa di sekitar kita. Begitu mudah, cepat, murah, dan menyenangkan.

Pada gilirannya kemajuan teknologi kamera digital itu juga membuka begitu banyak peluang bisnis. Mulai dari bisnis jual beli peralatan ponsel dan kamera digital berikut berbagai aksesori dan perlengkapannya, usaha studio foto digital, dan tentu saja peluang usaha cetak foto digital.

Lihat saja gerai-gerai cetak foto digital yang sedang menyemarakkan mal-mal serta pusat-pusat keramaian. Para remaja alias anak baru gede, bahkan juga orang tua, tampak

silih berganti masuk ke gerai-gerai itu. Sebagian ada yang hendak mencetak hasil bidikan ponsel atau kamera digitalnya. Sebagian lagi hendak berfoto bareng. Mereka tinggal memilih, mau berfoto di studio digital atau cukup mejeng di bilik foto (photobox). Berpose sesuka hati, lalu, jepret... keluar, deh, hasil fotonya.

Bisnis teknologi ini umumnya memang membutuhkan kapital yang lumayan besar, bisa miliaran rupiah. Laju teknologi digital yang begitu pesat juga membuat pengusaha harus selalu bersiap-siap menyuntikkan modal untuk meremajakan teknologinya.

Namun, jangan langsung kecil hati dan merasa pintu masuk ke bisnis ini sudah tertutup, hanya karena modal Anda tak begitu besar. Dengan modal sekitar Rp 100 juta-Rp 200 juta, Anda bisa membeli mesin cetak digital kecil alias ATM foto yang kini banyak ditawarkan di pasaran. Lalu, Anda bisa membuka gerai kecil di pusat perbelanjaan.

Kalau tidak mau repot memulai semua dari awal, Anda bisa membeli waralaba dari perusahaan yang sudah mempunyai nama. Adalah M Photo Studio, studio foto digital yang sudah menembus pasar mancanegara, tengah membuka peluang ini.

Awal Desember lalu, perusahaan yang waralabanya sudah sampai Australia, China, dan Amerika ini menawarkan waralaba paket hemat alias pahe. Namanya perusahaan itu M Photo Kios yang modalnya "hanya" Rp 100 juta-Rp 200 juta. Gerai M Photo Kios ini sudah hadir di kota Istana Plaza Bandung dan di Cikokol, Tangerang. Tak lama lagi, gerainya akan muncul di Pamulang Square.

Sekadar menyegarkan ingatan, sebelumnya, M Photo Studio telah sukses menawarkan waralaba M Studio untuk pengusaha yang modalnya minimal Rp 500 juta (KONTAN edisi 2 Agustus 2004). "Konsep M Studio ternyata digemari pasar. Tapi, di daerah, banyak pengusaha yang modalnya terbatas, maka kami buat pahe agar mereka bisa ikut," papar Daniel Liman, Direktur PT Modern Putra Indonesia, pemegang waralaba M Photo Studio.

M Photo Kios, kata Daniel, merupakan versi hemat dari M Photo Studio. Kalau luas ruang M Photo Studio minimal 30 m2, versi irit ini hanya butuh ruang 4 m2-20 m2. Dengan ruang lebih mini, layanan M Photo Kios terbatas pada photobox dan cetak digital (print station). Jadi, tidak ada studio digital seperti yang ada pada gerai M Photo Studio.

Foto cepat saji untuk remaja

Di gerai M Photo Kios, terwaralaba tetap bisa menjual berbagai barang yang ada kaitannya dengan bisnis inti dan tidak membutuhkan ruang yang luas. Misalnya, voucher isi ulang ponsel, kamera digital, dan aksesorinya. "Kami bisa memasok barang-barang itu secara kredit selama seminggu," imbuh Daniel.

Ruang yang lebih kecil plus layanan dan peralatan yang lebih sedikit membuat investasi awal dan modal operasional M Photo Kios menjadi lebih kecil. Dengan modal Rp 200 juta misalnya, terwaralaba sudah bisa membuka gerai seluas 12 m2. Modal itu sudah termasuk franchise fee untuk 5 tahun, 2 unit photobox, 1 unit print station, biaya renovasi, dan biaya operasional sebulan pertama.

Laiknya sistem waralaba, si mitra menerima pasokan barang dagangan dan memperoleh pelatihan dari pewaralaba. Kelak, bila gerainya sudah buka, saban bulan terwaralaba masih harus membayar royalty fee kepada pewaralaba. Tapi, royalty fee-nya hanya dari omzet photobox, besarnya 10%.

Terwaralaba tidak perlu membayar royalty fee untuk omzet dari cetak foto atau penjualan barang lainnya. Sebagai imbal balik dari pembayaran bulanan ini, Daniel berjanji akan melakukan promosi dan melakukan upgrade template dan software secara rutin, 2-3 bulan sekali.

Sama seperti saudaranya M Photo Studio yang lebih mewah dan komplet, si pahe ini juga membidik para remaja sebagai segmen pasar utamanya. "Konsepnya itu studio cepat saji, jadi kayak fast food di bidang fotografi dan ada unsur fun-nya," cetus Daniel. Karena itulah, gerai dua saudara ini harus mejeng di lokasi-lokasi yang banyak didatangi para remaja dan anak-anak muda.

Bedanya, M Photo Studio bermain di pasar remaja yang tajir, M Photo Kios untuk remaja dari kalangan kebanyakan alias kelas menengah bawah. Karena itulah, Daniel menegaskan, mal-mal besar yang ada di pusat kota besar bukanlah tempat yang cocok untuk membuka kios pahe ini. Lokasi yang pas untuk M Photo Kios adalah mal-mal kelas menengah, atau pusat perbelanjaan di pinggiran Jakarta dan daerah-daerah.

Tentu, dari kategori itu pun, terwaralaba tetap harus jeli memilih lokasi yang benar-benar pas. "Kesuksesan bisnis ritel macam ini terletak pada tiga hal, yakni: lokasi, lokasi, lokasi," tandas Daniel. Nah, lokasi yang memenuhi syarat menurut dia adalah pusat keramaian atau pusat perbelanjaan yang menjual berbagai macam barang. Tempat itu juga harus banyak didatangi anak-anak muda. Lebih bagus lagi, kalau di dekatnya ada sekolah, kampus, atau tempat kursus.

Dengan lokasi yang bagus, terwaralaba tak akan kesulitan mencari pelanggan. Bila mampu mencetak penjualan 30 lembar photobox plus 60 lembar cetak digital sehari, seluruh modal terwaralaba bakal balik dalam waktu 1,5 tahun.

Bila terwaralaba bisa menjaring lebih banyak pelanggan, tentu balik modalnya tak sampai setahun. Ini bukan hal yang mustahil. Lihat saja pengalaman gerai M Photo Kios di Istana Plaza Bandung. "Omzetnya sebulan sekitar Rp 30 juta-Rp 40 juta," beber Daniel. Dengan omzet segitu, gerai tersebut balik modal dalam sekitar delapan bulan.

Bila tertarik dan modal mencukupi, tentu tak ada salahnya Anda mencari tahu lebih detail soal bisnis ini. Soal mau buka usaha sendiri atau ikutan waralaba, keputusan sepenuhnya ada di tangan Anda.


Comments on "Business Opportunity: Memotret Rezeki si Kotak Foto Hemat"

 

post a comment