GET MORE INFO......

GET MORE INFO ...

Monday, March 5, 2007

Business Opportunity: Nikmatnya Memandi dan Basah Basah Dengan Bini Kedua

Basah, tawaran waralaba The Auto Bridal, Bini Kedua Seorang Pria Adalah Mobilnya

Sebuah usaha salon mobil dan pencucian mobil dengan salju menawarkan kerja sama waralaba. Lantaran keunikan layanannya, usaha ini menghasilkan keuntungan bersih sekitar Rp 35 jutaan dengan jangka waktu titik impas 1,5 tahun.

Wahai, kaum laki, ente ingin punya bini lagi? Wah, pikir panjang dulu, deh. Emang, sih, di kalangan kaum muslim boleh berpoligami. Tapi, Pak Ustad mewanti-wanti, sang suami harus bisa berbuat adil. Berat gitu, lo.

Namun, bagi para penggila mobil, mereka sah-sah saja menyebut tunggangan mereka itu sebagai bini kedua, kendati aslinya berbini satu. "Bagi kami, mobil itu bagaikan istri kedua. Kebutuhannya bisa lebih mahal ketimbang kebutuhan pribadi dan keluarga," cetus Henry Indraguna, salah seorang maniak mobil. Bayangkan, kalau istri minta beli pupur seharga Rp 1 juta saja si suami yang penggila mobil biasanya langsung menekuk wajah. Tapi, giliran membeli onderdil seharga puluhan juta, sang empunya mobil bersedia merogoh koceknya begitu dalam.

Maka, berdasarkan pengalaman pribadinya, Januari tahun lalu Henry mendirikan The Auto Bridal. Modalnya Rp 400 jutaan. Ia bilang, sebagaimana orang yang ingin menikah, mobil juga butuh perawatan khusus. Makanya Auto Bridal memberikan beberapa layanan. Pertama, snow car wash. Ini layanan
pencucian mobil dengan teknologi baru berupa busa salju yang disemprotkan ke badan mobil. Pada dasarnya yang disemprotkan adalah 100% wax yang bisa mengkilatkan dan melindungi cat mobil. Wax memiliki kadar pH 7 sehingga tidak akan membuat karat atau korosi.

Awalnya, Henry memperoleh teknologi salju ini dari Jerman. Harganya Rp 700.000 untuk mencuci 400 mobil. Lantas ia pelajari teknologi itu, hingga terciptalah "salju" yang lebih bagus. Bahkan ia bisa menekan biaya, hanya Rp 140.000 untuk jumlah mobil yang sama. "Tapi, saya mengeluarkan biaya riset sampai Rp 50 juta," imbuhnya.

Kedua, salon mobil. Layanan ini berupa perawatan mobil secara menyeluruh, meliputi perawatan eksterior dan interior mobil, serta perawatan mesin mobil. Auto Bridal mampu membuat partikel karat cat menyala kembali. "Kami satu-satunya salon mobil yang membuat mesin jelek menjadi kayak baru. Kabel-kabel jadi putih semua," klaim Henry. Ini lantaran para pegawainya menyikat satu per satu dengan menggunakan sikat gigi dan cotton buds.

Ketiga, layanan antikarat dan pelindung cat untuk mobil baru. Dengan layanan ini, cat mobil baru Anda akan terlindung dari goresan-goresan halus. Seandainya tergores, yang rusak adalah lapisan proteksi yang dioleskan Auto Bridal.

Tahun depan menyerbu Jakarta

Dengan berbagai layanan tersebut, jangan heran The Auto Bridal langsung diserbu penggila mobil. Apalagi harga yang mereka tawarkan relatif murah meriah. Cuci mobil misalnya, Rp 25.000-Rp 30.000, sementara salon mobil harganya sekitar Rp 500.000. Kini saban hari Auto Bridal disambangi 30-40 pelanggan yang ingin cuci mobil dan 3-4 pelanggan salon mobil.

Kendati banyak usaha sejenis, Henry mengklaim ia mengincar pasar yang berbeda. "Kami mengutamakan kualitas dan mutu," ujarnya. Jangan heran jika cuci mobil di tempatnya memakan waktu hingga satu jam. Sementara untuk salon mobil, sang pemilik harus rela mobil menginap sehari.

Dus, yang menyerbu ke Auto Bridal adalah mobil-mobil macam Ferrari, Alfa Romeo, Jaguar, dan sejenisnya. Di samping itu datang juga mobil-mobil lawas seperti Mercy tahun 1970, Holden yang rata-rata baru berjalan 3.000 sampai 4.000 km. "Kami mengincar pasar menengah atas, tapi harga kami menengah bawah," kata Henry berpromosi.

Nah, melihat besarnya animo masyarakat, Auto Bridal pun terus berkembang lewat sistem waralaba. Saat ini ada 23 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Palembang, Makassar, dan kota-kota lainnya. Akhir tahun ini Auto Bridal bakal disunting mitranya di Surabaya dan Denpasar.

Di Jakarta sendiri, saat ini sudah ada satu gerai yang berdiri di Taman Palem, Cengkareng Jakarta Barat. Sebenarnya, puncak serbuan Auto Bridal ke ibu kota baru terjadi pada tahun depan. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, 30 sampai 40 gerai.

Sebagaimana lazimnya waralaba, Auto Bridal mempersiapkan setumpuk persyaratan. Yang paling utama adalah berdiri di atas lahan 600-1.000 m2, bisa milik sendiri ataupun sewa. Letaknya harus strategis, antara lain di pinggir jalan besar, jalur sibuk, atau dekat kawasan perumahan kelas menengah ke atas. Berikutnya, siapkan franchise fee Rp 150 juta untuk 10 tahun. Adapun royalty fee-nya sekitar Rp 3,5 juta sebulan. "Target kami, satu gerai bisa balik modal 1,5 tahun," tegas Henry.

Beriklan Rp 40 juta di televisi

Yang namanya orang dagang tentu perlu promosi gencar. Maka, untuk membantu terwaralabanya, The Auto Bridal gencar beriklan di media cetak. Selain itu, mereka juga membeli jam tayang pada acara otomotif di Metro TV. Untuk satu kali tayang biayanya sekitar Rp 40 juta. "Gila, kan, mana ada cuci mobil seharga Rp 25.000 yang beriklan segitu?" cetus Henry. Dana segitu berasal dari waralaba terakhir yang bergabung.

Lewat strategi jitu tersebut, ada saja calon terwaralaba pun kepincut. Salah satu terwaralaba yang telah beroperasi adalah Manto, pemilik Auto Bridal Taman Palem. "Auto Bridal merupakan terobosan karena pakai salju dan cara kerjanya berbeda," kata Manto.

Sejak buka awal bulan lalu, setiap hari Auto Bridal Manto disambangi 30 mobil yang ingin cuci mobil dan 1-2 mobil yang ingin mendapat layanan salon mobil. Padahal, di sekitar Auto Bridal itu ada lima sampai enam tempat cuci mobil. "Mereka tak pakai snow wash. Lagi pula, customer-nya kan beda," tandas Manto. Maka ia pun tak takut bersaing dengan kompetitornya.

Ayo, siapa yang mau memandikan "istri kedua"? Eh, buat kaum bini yang juga gila mobil, boleh jugalah kalau mau memandikan "brondong"-nya.
+++++

Ada Cewek Model dan Cat Woman

Pembukaan Auto Bridal pasti mendatangkan kehebohan tersendiri. Selain mendatangkan artis seksi Sarah Azhari sebagai model, klub-klub mobil dan para pejabat setempat juga diundang. Yang bikin heboh, Sarah biasanya copot sepatu dan gau... eh, enggak, ding. Sarah cuma mendemonstrasikan cara menyemprot ala Auto Bridal.

Di samping itu, secara berkala Auto Bridal mengadakan acara Sunday Car Wash With Model. Pada acara ini datang para model yang tentu saja cantik dan semok untuk melayani pelanggan. Selain itu, ada lagi acara Friday Night with Cat Woman. Acaranya juga demo semprat-semprot. Bedanya, si model memakai celana pendek, sepatu panjang, dan topeng ala Cat Woman.

Bagi Anda di Jakarta, berbagai acara tersebut juga bakal tersaji. Tapi, omong-omong kenapa Auto Bridal menyerbu ke Jakarta belakangan? "Kami menamakannya strategi semut mengepung kota," terang Henry Indraguna, pemilik The Auto Bridal.

Ia bilang, kalau mau sukses bisnis di Jakarta harus menyasar pasar "keraton" dulu seperti Solo, Yogyakarta, dan Semarang. Alasannya, di sana banyak orang kaya tapi kesadaran merawat mobilnya agak kurang. Nah, kalau sukses di sana, kan gampang masuk Jakarta yang orang-orangnya sudah sadar akan pentingnya perawatan mobil.

Alasan lainnya, dengan berdiri di daerah, ia telah menebarkan jaringan gerai yang juga diikuti dengan promosi di televisi. "Metro TV kan pasarnya orang Jakarta, jadi mereka kami serang lewat iklan dan mereka tahu ada kami," jelas Henry. Di samping itu, dengan menyebar di seluruh Indonesia akan menimbulkan kepercayaan konsumen.

Terakhir, kata Henry, setiap membuka gerai ia mengambil yang bagus dan membuang yang jelek. Lama-kelamaan gerainya menjadi bagus, dan setelah masuk Jakarta menjadi sempurna. "Silakan kalau mau tiru, Auto Bridal sudah ada 23 outlet. Enggak gampang, lo, buka langsung segitu," tegasnya

Comments on "Business Opportunity: Nikmatnya Memandi dan Basah Basah Dengan Bini Kedua"

 

post a comment